Kamis, 31 Oktober 2013

Age just a number

Mohon maaf,ini hanya pendapat saya..
Umur hanyalah sebuah atau gabungan angka,pemikiran ini muncul saat saya mulai menginjak usia 30 an dimana saya mulai merasa menuju masa tua,bahkan angka 40 jadi serasa di pelupuk mata.
Merasa terlambat untuk belajar hal lain karena sudah tua,merasa gelisah karena belum meraih sesuatu,khawatir akan nasib anak2 kelak..dan segudang pikiran lain.

Muncul pertanyaan untuk diri saya sendiri;..
*-Mengapa saya tidak bertanya pada diri saya saat masa kanak2 ??..mungkin saat itu pemikiran saya belum sampai ke arah itu..
*-Mengapa tidak menanyakannya saat usia belasan ??,boro2 memikirkan itu,pikiran tlah dipenuhi keindahan masa remaja,sedang mekar-mekarnya hati saya menikmati daya tarik lawan jenis,menikmati masa putih biru dan putih abu-abu..
*-Mengapa tidak di usia duapuluhan??..saat itu saya sudah bekerja dan mencintai pekerjaan saya sehingga saya merasa bahwa di sinilah hidup saya sebenarnya.Dunia penerbangan,menjadi pramugari adalah hal yang menyenangkan.Betapa tidak,suasana kerja yang berbeda setiap hari,rekan kerja yang berganti-ganti,menjelajah pelosok dunia yang ga pernah saya bayangkan sebelumnya,menghadapi penumpang yang berbeda rupa,tabiat,dan keinginan..dengan segala kelebihan dan kekurangannya..
*-Pertanyaan muncul saat usia menginjak angka 30..OMG.!!(oh my God)..30 ??..Mulai gelisah,merasa ajal sudah dekat,merasa tua,merasa terlambat,merasa..puluhan rasa...
Berdiri mematung dan gelisah dengan angka 30..!! Saya merenung tentang kegelisan,kekhawatiran,ketakutan akan masa menjelang tua (perasaan saya saat itu..). Akhirnya saya menemukan satu kalimat di diri saya.."Age just a Number,Dig"..sehingga saya bisa bernapas lega karena..
*Tak perlu saya gelisah karena semua yang terlewat tidak bisa saya lewati lagi,yang belum sempat saya raih Insya Allah bisa saya raih nanti.
*Tak perlu takut akan masa tua yg belum tentu saya akan lewati,dan menurut saya,tua atau dewasa hanya bisa saya rasakan di jiwa saya..istilahnya raga boleh renta tapi jiwa tak boleh ikut renta..
*Tak perlu saya khawatir berlebihan tentang anak2 saya,karena tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan masa depan mereka.Seperti di sebuah seminar,saya temukan kalimat..Didik anak kita sesuai jamannya..
Itulah mengapa saya memandang dan menjalani hidup seperti seharusnya,seperti keyakinan saya akan takdir Allah..

Note: Terimakasih to Agung Webe,yang telah memotivasi saya untuk berbagi tentang tulisan2 saya yang sebelumnya saya sempat pesimis,"tulisan acakkadul gini apa ga diketawain ntarnya"..Agung bilang "Now or Never"..Gubbraxz..GBU Webe..!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar