Kamis, 31 Oktober 2013

Hampir seperti tai kucing di sandal butut..!!.

"Penggusuran ... Pengusiran ... Penghardikan .. dari tempatmu berdiri"
Kata kata itu lebih menakutkan dari berita kematian seorang kawan ...

Bocah bocah ingusan, lusuh dan penyakitan karena tak masuk hitungan sebagai anak bangsa...
menangis, menjerit, tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi...

Bapak dan ibu mereka berlari dalam raungan panjang oleh amarah, yang muncul karena rasa tercerabut dan didamprat dari kehidupannya...

Tanah tak bertuan menjadi pijakan tanpa ijin, tanah tanah milik Tuhan yang dikangkangi manusia yang punya kuasa di genggamannya...

Akankah mereka di bilang masuk hitungan anak bangsa bila mereka dibiarkan mengais sampah dan menjadi pencuri seupil kemewahan kota..??.. Tak dianggap dan ditoleh sepicing mata pun..!!..
Dibiarkan terabaikan dan terlupakan atas nama satu kalimat,..

" Kita tak pernah mengundang mereka datang ke sini..!!..

Yaa..kita tak pernah mengundangnya..!!..tapi Tuhan mengundangnya datang ke dunia, mencari hidup dan kehidupan di bumi-Nya, bukan bumi milik manusia.

Kaum papa dipinggirkan atas nama keserasian, keasrian, dan segala macam kata kata yang dicipta manusia untuk memperhalus pengabaian dan juga pengusiran...

" Mereka juga manusia ..!!"
Sama merasa lapar, sama merasa berhak pertahankan hidup, sama merasa sebagai anak bangsa yang di dadanya abadi tertulis,..

" Aku adalah anak bangsa ini..!! ".

Dibiarkan menyingkir dan jatuh terjerembab di jurang kemiskinan dan akan sirna perlahan tergilas roda kehidupan yang tak mampu di genggam.
Kemana lagi engkau akan lari dan berdiri berpijak di tanah-Nya...melihat anak anakmu tenang telah masuk hitungan sebagai anak bangsa yang takkan pernah dibiarkan terabaikan..??.

Engkau hampir seperti tai kucing di sandal butut..
Dikorek dan dicongkel agar tak lagi menempel di sandal .. atau engkau hanya akan dibiarkan mengering di emperan dan tersapu air hujan...sandal butut tanpamu lagi masih disingkirkan..karena kilau lantai emperan tak pantas untukmu lagi..!!..

Duh Gusti ...
Ulurkan tangan-Mu untuk mereka yang menjaring hidup dan menguntai nyawa...
Ampuni aku yang hanya bisa melihat dan merasakan deritanya, dan mencaci sang penguasa yang harusnya memeluk mereka...
Dan pasrah pada do'a,

"Yang terbaik bagi mereka menurut-Mu ada di genggaman-Mu ".

NOTE:..take from my Blog..posted at 13April'09..suatu siang di Jakarta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar