Kamis, 31 Oktober 2013

selembar surat untuk bapak

Bapak..
Masih ingatkah di ingatanmu yang kian berkurang..
Rengekanku..
Manjaku..
Saat bergelayut di lenganmu..
Masih ingatkah di relung hatimu,
Saat perlahan kau bercerita tentang Tuhanku..
Bahwa Tuhan menitipkan aku padamu bukan tanpa alasan?

Bapak..
Dalam diammu dulu,
Hanya satu kau ingin dariku,senyumku
Senyumku yang mememnuhi ruang dan waktumu..
Karena di senyum itu kuasa Tuhan tlah membahagiakanmu..

Bapak..
Di renta usiamu aku menatap gurat seolah tulisan nyata,
Akan pergulatanmu menyediakan suapan bagiku agar tak merengek lagi aku..
Bapak..
Di rungkuh ragamu seolah menepukku keras..
Engkau tlah mengemban amanah itu seberat apapun,
Selama apapun,
Dan sejauh apapun langkah langkahmu kau buat,
Demi tertangkupnya butuh dan tergenggamnya jalinan antara wajibmu bagi hidupku dan hakku dalam hidupmu..

Titian teramat jauh jika ku rentang tentangmu,
Dalam menjaring kudapan kehidupan dan kau rangkai menjadi rangka utuh,
Rangka raga dan jiwaku..

Bapak..
Aku merindukanmu...

Putro tuhu tresno :
-digend / 100811

Note: jika bapakku punya akun FB..akankah dia menangis atau tertawa..aahh..bapakku gak punya akun FB sobat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar