Ytc,Indonesia...
Ku dengar,
Kau meratap..
Ditabur debu,dijilat laut,
Dijamah lumpur,dibelai air
Kamu,
Diguncang resah yg membuncah..
Lagi..??
Apa kabarmu..
Lukamu menganga lagi..
Sudah berobatkah?
Atau..
Kau tunggu aku membalutnya..mengobatinya..?
Tapi aku hanya bawa garam dan jeruk nipis serta sedikit madu..!!
Dan..
Aaahh..
Engkau masih menangis..?
Dulu,kemarin,dan katanya esok..
Kau menangis lagi kudengar...
Tak usah sedih..
Lihat dan dengar sejenak..
Masihkan tertunduk kepala2 itu
Dalam doa dan prihatin yang sebenarnya
Atau hanya jadi peniru semata
Agar tak tertunjuk sebagai hati yang tak empati...
Kamu dan ragam solahmu mengolah jiwa
Saat tanah dikorek langitmu dijarah..
Hijau di bakar parasmu dicoreng jelaga..
Airmata hanyalah airmata
Mengalir ke mulut dan jadi kentut..
Baunya melangit menggulung jadi awan
Atau ikut di sendawanya pongah penguasa negeri karena kekenyangan...
Tak usah terluka oleh tabiatku..
Membisu bukan ku bisu
Diam bukan ku lumpuh
Aku..di emper menulis surat untukmu
Hanya surat..ku rekat dengan ludahku..dan kulipat..erat..untukmu,Indonesia.
(dariku,digend as nobody@somewhere..)
NB: gak usah kau balas..karena kau pasti sdg menangis...
Ku dengar,
Kau meratap..
Ditabur debu,dijilat laut,
Dijamah lumpur,dibelai air
Kamu,
Diguncang resah yg membuncah..
Lagi..??
Apa kabarmu..
Lukamu menganga lagi..
Sudah berobatkah?
Atau..
Kau tunggu aku membalutnya..mengobatinya..?
Tapi aku hanya bawa garam dan jeruk nipis serta sedikit madu..!!
Dan..
Aaahh..
Engkau masih menangis..?
Dulu,kemarin,dan katanya esok..
Kau menangis lagi kudengar...
Tak usah sedih..
Lihat dan dengar sejenak..
Masihkan tertunduk kepala2 itu
Dalam doa dan prihatin yang sebenarnya
Atau hanya jadi peniru semata
Agar tak tertunjuk sebagai hati yang tak empati...
Kamu dan ragam solahmu mengolah jiwa
Saat tanah dikorek langitmu dijarah..
Hijau di bakar parasmu dicoreng jelaga..
Airmata hanyalah airmata
Mengalir ke mulut dan jadi kentut..
Baunya melangit menggulung jadi awan
Atau ikut di sendawanya pongah penguasa negeri karena kekenyangan...
Tak usah terluka oleh tabiatku..
Membisu bukan ku bisu
Diam bukan ku lumpuh
Aku..di emper menulis surat untukmu
Hanya surat..ku rekat dengan ludahku..dan kulipat..erat..untukmu,Indonesia.
(dariku,digend as nobody@somewhere..)
NB: gak usah kau balas..karena kau pasti sdg menangis...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar