Kamis, 31 Oktober 2013

ku disapa-Nya di SituGintung

Alam tidak marah

juga Tuhan ...


di petak lain tanah negeriku

sang angin seolah marah dan menggelung hitam mendung

berseteru menyatu mengendus perselingkuhan moral dan pemaafan

di lembah lembah dan pundak pundak bumi ...

bentakan sang petir meluruhkan gelung mendung

yang sontak menyerbu bumi

dan riang berteriak serapah seolah marah

berkejaran susuri anak anak sungai karya indah Tuhan

berkelok lurus dan terjun bebas

menebas nyawa hamba hamba Tuhan yang terlelap dan terjaga ...


SituGintung ...

pagi subuh saat suara suara surga mengalun merdu

menyelusup menembus telinga dan kalbu di raga raga

yang terjaga ... detik kemudian

nyawa nyawa tlah diambil oleh yang empunya

dan tiada kuasa menantang atau menahannya terambil ...


Alam tidak marah

tapi Tuhan menyapa dengan cara-Nya.


dan aku disini menjalin resah menahan tangis ...

Tuhan , kenapa aku masih tak hiraukan sapa sapa Mu terdahulu

kenapa..??..tulikah aku Tuhan..??..butakah aku..??

akan suara tangis kehilangan dan derita tak berkesudahan

atau aku akan segera lupa

setelah sesaat bersujud akan ampunan Mu .


(digend di ku disapa-Nya di SituGintung../..040409 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar