Kamis, 31 Oktober 2013

Pelajaran Budi Pekerti Luhur

mohon maaf ini adalah pandangan saya pribadi..

Ibuku cerita bahwa dulu waktu SD dan SMP pernah mendapatkan pelajaran Budi Pekerti Luhur.Pelajaran ini mengajarkan bagaimana kita hidup dalam masyarakat,saling menghargai,menghormati,mencintai sesama dan budi pekerti baik lainnya yang (maaf) sepertinya sekarang sudah menjadi barang langka di negeri ini.
Saya bertanya pada ibu,bukannya sama antara pelajaran agama yang saya dapatkan sekarang dengan inti dari pelajaran budi pekerti yang ibu dapatkan.Beliau menjawab,secara garis besar sama tapi ada perbedaan dalam hal cakupan penerimanya (mungkin maksud ibuku siswa yang diajarkan).
Saya berpikir apa maksud ibu karena waktu itu beliau terlalu sibuk memasak untuk makan malam.

Setelah sekian tahun,saya teringat hal ini setelah saya melihat hal hal yang sama sekali tidak mungkin saya lakukan atau saya temui di jaman saya dulu.
Seorang murid berani dengan gurunya,seorang anak berani bahkan membunuh orangtuanya,gara gara uang Rp.5000 orang bisa membunuh tetangganya,dsb...
Seolah saya seperti menempatkan diri saya sebagai pemerhati pendidikan saja,saat saya berpikir apa yang salah dengan pendidikan kita ?? (duuh,maaf yaa.. pemerhati pendidikan pasti lebih pintar dan jeli apa yang terbaik untuk negeri ini,saya melihat hanya dari satu mata pelajaran ini).

Menurut saya,sekali lagi menurut saya yaa..
Pendidikan Budi pekerti luhur yang dulu diajarkan di sekolah jaman ibu saya adalah hal yang sangat bagus,indah,sesuai dengan pola pikir manusia Indonesia yang terkenal dengan saling menghormati,ramah tamah,tepo seliro dan welas asih,dan seabreg julukan bagi kita..(dan julukan lebih bagus bila datang dari bangsa lain,bukan dari kita sendiri)..
Pada saat pelajaran diberikan,semua murid mengikutinya tanpa perbedaan agama mereka.Satu kelas sama2 menerima apa dan bagaimana seorang yang mengaku manusia bersikap sebagai manusia yang berbudi pekerti luhur terhadap sesamanya,terhadap lingkungannya,tanpa menanyakan kamu siapa dan saya siapa..!!..bukan lu lu,gue gue..
Budi pekerti ditelaah dan dipahami bersama,tidak ada ujian tertulis akan hasil pelajaran ini..!!
Ujian akan hasil pelajaran ini ada di praktek keseharian kita..!!
Bila hal ini dilakukan dan diajarkan secara terus menerus,sebagai manusia yang berakhlak dan selalu bilang berpikir pakai otak bukan naluri dan nafsu semata (hewan dan tumbuhan biasanya dibilang selalu menjalani hidupnya dengan ini),takkan ada kejadian2 yang mengerikan seperti saat ini.
Pelajaran agama diajarkan di rumah dan di tempat ibadah masing masing,tidak menjadi tanggung jawab sekolah, seperti sekarang ini..(tapi kasihan juga nanti guru agama yaa..).

Bersyukur saya mempunyai orangtua yang meski secara material tinggal di kampung namun selalu menyempatkan (meski secara sederhana penyampaiannya saat makan malam bersama,telak dan nempel di otak saya sampai sekarang),untuk mengajarkan hal hal yang baik yang apabila saya terapkan sampai sekarang masih laku di pasaran..(maksud saya masih bisa diterima jaman sekarang).Namun sayang,kadang saya ikut terpengaruh dengan arus deras kehidupan (Maaf nggih pak)..

Semua ini saya tulis tidak setuju dengan pelajaran agama di sekolah,pelajaran agama penting namun akan lebih baik jika ditambah dengan pelajaran budi pekerti luhur agar lebih klop..!! Saya pernah dengar ada beberapa sekolah yang masih menerapkan pelajaran ini,bersyukurlah para orangtua yang putra2nya bisa mendapatkan pelajaran ini,dimana semua siswa duduk satu kelas seperti cuci otak penyadaran diri kembali bahwa kita manusia punya akhlak dan berbudi pekerti yang membuat kita lebih dari makhluk lain di bumi...

Tulisan ini hanya pancingan dari saya,apabila ada pendapat atau sesuatu yang lebih tolong tambahkan.Akan sangat berguna bagi saya.Mohon maaf hanya singkat karena keterbatasan pengetahuan saya...Terimakasih,maturnuwun,thank you..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar