Hanya ini yang ingin kutuliskan..kali ini.
Siang ini,
Aku bingung makan siang apa utk bapak yg terlihat sdh bosan dgn menu yg itu2 saja(menu rumahan)..
Kutawarkan beberapa rumah makan..meski sebenarnya ragu aku..kakiku masih bengkak karna keseleo kemarin juga kulihat langit mendung yang bikin enggan bepergian..
Benar..bapak menolak kemana-mana..
Tanpa bertanya,
Kubuatkan tahu guling seperti dulu ibu buatkan untuk kami,
Sambal kecap : cabe rawit merah di haluskan+bawang goreng+kecap
Lalu..
-kol(kobis)segar diiris halus,
-wortel iris sebesar korek api(direbus),
-touge(direbus),
-tahu kuning(digoreng trus dipotong2 dadu)
Sederhana banget,
Kuracik di mangkok,buat bapak satu dan aku satu..
Cukup membuat kami ber huhah huhah kepedesan..segar..!!
Tanpa kuminta mengalir cerita bapak tentang masa kecilku dan masa kecil kami dulu..
Airmataku hampir jatuh bkn karna kepedesan kali ini..tapi cerita bapak..sambil sesekali aku tatap raut tua wajah bapak..
Memang,
Bapak orangnya keras dlm mendidik kami..kdg aku berpikir,bapak terlalu keras kepada anak-anaknya..namun,sekarang ku sadar ada hikmah di balik kerasnya didikan bapak..seandainya kala itu bapak terlalu lembut,mgkn jiwaku tak setegar sekarang..
"Pak,sudahi ceritamu..karna tanpa kau cerita,gurat-gurat hidup kita dulu masih terpatri di jiwa dan ragaku",batinku..
Namun,
Tak sanggup kuhentikan ceritanya..
Mengalir terus dan terus hingga hujan hentikan ceritanya,karna aku mengalihkan tanya pada kerontangnya Gunungkidul tempat kami dibesarkan olehnya...
*maaf,terlalu panjang jika harus kuceritakan apa cerita bapak..intinya: bapak memintaku slalu bersyukur atas apa yg dulu,sekarang dan entah apalagi nikmat Tuhan kelak..Subhanallah*
Siang ini,
Aku bingung makan siang apa utk bapak yg terlihat sdh bosan dgn menu yg itu2 saja(menu rumahan)..
Kutawarkan beberapa rumah makan..meski sebenarnya ragu aku..kakiku masih bengkak karna keseleo kemarin juga kulihat langit mendung yang bikin enggan bepergian..
Benar..bapak menolak kemana-mana..
Tanpa bertanya,
Kubuatkan tahu guling seperti dulu ibu buatkan untuk kami,
Sambal kecap : cabe rawit merah di haluskan+bawang goreng+kecap
Lalu..
-kol(kobis)segar diiris halus,
-wortel iris sebesar korek api(direbus),
-touge(direbus),
-tahu kuning(digoreng trus dipotong2 dadu)
Sederhana banget,
Kuracik di mangkok,buat bapak satu dan aku satu..
Cukup membuat kami ber huhah huhah kepedesan..segar..!!
Tanpa kuminta mengalir cerita bapak tentang masa kecilku dan masa kecil kami dulu..
Airmataku hampir jatuh bkn karna kepedesan kali ini..tapi cerita bapak..sambil sesekali aku tatap raut tua wajah bapak..
Memang,
Bapak orangnya keras dlm mendidik kami..kdg aku berpikir,bapak terlalu keras kepada anak-anaknya..namun,sekarang ku sadar ada hikmah di balik kerasnya didikan bapak..seandainya kala itu bapak terlalu lembut,mgkn jiwaku tak setegar sekarang..
"Pak,sudahi ceritamu..karna tanpa kau cerita,gurat-gurat hidup kita dulu masih terpatri di jiwa dan ragaku",batinku..
Namun,
Tak sanggup kuhentikan ceritanya..
Mengalir terus dan terus hingga hujan hentikan ceritanya,karna aku mengalihkan tanya pada kerontangnya Gunungkidul tempat kami dibesarkan olehnya...
*maaf,terlalu panjang jika harus kuceritakan apa cerita bapak..intinya: bapak memintaku slalu bersyukur atas apa yg dulu,sekarang dan entah apalagi nikmat Tuhan kelak..Subhanallah*
Oalah Bapak Ahmad Kurdi..Bapak yang perkasa.. Masih kuingat.6 tahun yll..walaupun usia beliau 30 tahun dari Pak Camat..Beliau santai " menantang" Pak Camat dahar sate kambing...Pak camat takut kolesterol...Bapak yang dibanggakan mbak Endah...
BalasHapus